Thursday, 30 May 2013

Aspirasi Rakyat: Korupsi Budaya Indonesia

Seperti yang kita tahu, Indonesia adalah negara yang kaya akan budaya. Beberapa kali sudah Indonesia terkait sengketa dengan negara tetangga seputar kekayaan budaya daerah yang luar biasa. Bahkan budaya Indonesia dari segi seni musik dan seni tari serta seni rupa batik telah menjadi santapan bagi mahasiswa mancanegara yang haus akan pengetahuan budaya lokal. Tetapi, selain budaya lokal yang mendunia, ada pula budaya asing yang Indonesia serap dari penjajah 3,5 abad silam. Ya, budaya yang secara perlahan membuat VOC bangkrut pada saat itu. Tetapi, budaya seperti itu bagaikan hitam dan putih di mata dunia. Sebagaimana masyarakat melalui lensa putih melihat bahwa budaya tersebut adalah hal yang hitam, dan sebaliknya, pelaku korupsi yang tak lain di mayoritasi oleh "penyalur aspirasi rakyat" memiliki lensa yang berbeda, mereka memandang budaya ini adalah budaya yang putih dan perlu di kembangkan.


Korupsi, begitu masyarakat menyebutnya, koruptor, begitu masyarakat menghujat pelakunya. Budaya ini sangat populer di kalangan pemerintahan, karena mata mereka telah dibutakan oleh latar putih yang mereka sebut itu uang. Bagi masyarakat, bukan rahasia umum lagi bahwa 87% anggota parlemen di Indonesia dapat dipastikan tercium bau korup. Mungkin bagi mereka masyarakat berpikir terlalu berprasangka buruk, tetapi sejujurnya mereka mengakui bahwa masyarakat telah mampu berpikir kritis. Mereka punya gaji untuk di kelola, mereka punya uang makan untuk disantap, mereka juga punya tunjangan pada hari tertentu, tetapi mengapa mereka masih melebihkan dari yang mereka butuhkan? Seperti oknum yang mengambil keuntungan Rp5.000,00 dari setiap karung semen pembangunan jalan yang membutuhkan 100.000 semen! Bukan pekerja di lapangan yang menikmati itu, bukan juga PKL sekitar yang menikmati itu, melainkan individu mereka yang dibutakan oleh lensa mereka yang bisa disebut money detector.

Kita sebagai calon penerus bangsa seharusnya bisa menjadikan ini pelajaran. Berpikirlah bahwa dari setiap rupiah yang akan kita gunakan dari parlemen pemerintah nantinya adalah uang rakyat yang di serap dari banyak sektor (pajak diantaranya). Masyarakat telah berpikir kritis bahwa koruptor telah mendarah daging di pemerintahan, maka dari itu, berpikirlah lebih kritis jika anda berada di parlemen pemerintahan nantinya, karena kita sama-sama berasal dari masyarakat yang kritis. Tanamkan kalimat bahwa "korupsi itu adalah melucuti uang saudara kita di negeri ini". Maka dari itu, kita generasi mudalah yang berpeluang besar mengubahnya. Mulai dari diri sendiri, mulai dari hari ini, hingga masa depan yang kita sebut Indonesia Bebas Korupsi.